Selasa, 05 Mei 2009

Perkumpulan Para Sahabat Pengguna Komputer


5FCC.COM
Five Friends Computer Community
"Perkumpulan Para Sahabat Pengguna Komputer"



WELCOME TO
THE RICH COMMUNITY


Perkumpulan ini diikuti oleh Para Orang Kaya & Sukses, Para Orang yang ingin Kaya dan Sukses, Para Orang yng ingin hidupnya Bahagia, Para Orang yang tidak ingin Miskin & Sengsara.


Bergabunglah dengan perkumpulan terbesar di seluruh Indonesia.
Cukup bayar Rp. 20.000,-
SAHABAT bisa berbisnis di Internet dan bisa menghasilkan pendapatan sebesar :
Rp. 40 Juta / Bulan
Cukup menjadi MEMBER dan aktif dalam perkumpulan 5FCC.com

SAHABAT merasa kecewa dengan bisnis Internet karena :
  1. Harus bayar duluan, mahal lagi.
  2. Harus promosi terus terusan yang makan banyak biaya.
  3. Harus menjual ke banyak orang atau mencari downline terus.
  4. Harus mempromosikan idenditas orang lain.
  5. Harus banyak berkorban sedangkan keuntungan dimiliki oleh pengelola
dan masih banyak " Harus " lainnya membuat SAHABAT kecewa dan tidak berhasil karena tidak menghasilkan apa-apa. yang ada hanya tekor.... yang SAHABAT dapatkan tidak sesuai dengan yang telah SAHABAT keluarkan.

Apakah SAHABAT berfikiran seperti itu...

Untuk itu perkenalkan 5FCC.Com sebuah perkumpulan pengguna komputer yang bisa membuat SAHABAT bahagia dengan pendapatan rutin setiap bulan.

CARANYA :

Cukup bayar Rp. 20.000,- SAHABAT berhak mendapatkan seluruh keuntungan dan Fasilitas dari 5FCC.Com

5FCC.Com akan membayar Rp. 5.000,- / orang setiap SAHABAT berhasil menduplikasikan kepada 5 orang "Sahabat Baru"

Tidak tanggung-tanggung
5FCC.Com akan membayar SAHABAT sampai Level 7 sehingga SAHABAT bisa berpenghasilan :

Rp. 40 Juta / Bulan
Tanpa harus berpromosi lagi cukup aktif bersama 5 anggota Sahabat-Sahabat di Forum 5FCC.Com

ATAU

Jika SAHABAT merasa tidak punya uang Rp. 20.000,-
Silahkan bergabung

"GRATIS"

SAHABAT hanya menduplikasikan kepada 5 orang "Sahabat Baru" saja 5FCC.Com akan membayar SAHABAT sebesar :
Rp. 25.000,-
atau Rp.5.000,- / Orang

Tanpa harus berpromosi lagi SAHABAT akan mendapat penghasilan sampai level 7 sehingga bisa berpenghasilan :
Rp. 40 Juta / Bulan


PILIHAN DITANGAN SAHABAT


SEGERA jadi member dengan cukup membayar Rp. 20.000,- kemudian menduplikasikan kepada 5 "Sahabat Baru" dan dapatkan pendapatan dari 5FCC.Com Rp. 5.000,- /orang.
Lalu STOP berpromosi, hanya cukup aktif bersama Sahabat-Sahabat di Forum 5FCC.Com SAHABAT bisa berpenghasilan
Rp. 40 Juta / Bulan

ATAU

SEGERA bergabung
"GRATIS"
atau bayar Rp. 0,-

kemudian duplikasikan kepada 5 orang "Sahabat Baru" setelah jadi member dan membayar Rp.20.000 5FCC.Com akan membayar SAHABAT Rp. 25.000,-

Lalu STOP berpromosi, hanya cukup aktif bersama Sahabat-Sahabat di Forum 5FCC.Com SAHABAT bisa berpenghasilan
Rp. 40 Juta / Bulan

Mungkin SAHABAT anggap ini tidak mungkin dan 5FCC.Com adalah GILA, tapi semua ini adalah real karena 5FCC.Com mencintai para SAHABAT semua
dan SAHABAT adalah Prioritas Utama



Salam hangat,
Founder
5FCC.Com


Jika ingin bergabung sebagai member pertama silahkan JOIN disini


Selanjutnya tentang --> Perkumpulan Para Sahabat Pengguna Komputer

Sabtu, 02 Mei 2009

Apa yang ada dalam pikiran Kalian...??????

Apa Seeh yang kalian pikirkan klo liat video-video dibawah ini..??











Silahkan kamu liat video di atas, apa yang ada dibayangan kmu...
Coba kamu berikan komentar dari video diatas..!!! peace...!!!!

Selanjutnya tentang --> Apa yang ada dalam pikiran Kalian...??????

Jumat, 01 Mei 2009

Ukur Tingkat Kepribadian Anda...

Jalan-jalan malam di dunia maia, ehh maya deengg.... internet, penasaran dengan judul "TEST KEPRIBADIAN KAMU" di web arsip

timbulah pertanyaan ??

1.Apa seeh yang ada di dalam diri kamu??
2.Apakah kmu tau bagimana tentang diri kmu??
3.Bagaimanakah kmu??

dst....dst....dst...

akhirnya dicoba hasilnya lunamaya lahhh gak terlalu malu-maluin, dibawah ini hasil test tentang gwe



Mo tau tentang kmu coba aj disini
Selanjutnya tentang --> Ukur Tingkat Kepribadian Anda...

Woking-woking menunggu pagi...!!!

Entahlah semua orang bilang klo menunggu merupakan hal yang paling menjengkelkan...
dlu gwe gak pernah tau tentang semua itu secara gwe hidup tuk dijalani bukan dipikirin...

tapi kenapa gwe sekarang merasakan hal yang sama seperti dibilang orang2....??
menunggu hari esok yang masih sekitar 6jam lagi, tuk pulang ketempat peraduan dimana gwe dlu dipelihara & dibesarkan ma orang tua gwe...dikota yang dikenal dengan terasinya, bumbu masak yang banyak orang bilang kurang nikmat dicium tapi Nikmat tuk dimakan....hehehehe..( kira-yang bilang begitu plinplan gak yah.. terserah ente2 aj deh..).

bengong dikantor,??, internet ada??, Woking-woking lah mampir ke mba quin salah satu yang jadi inspirasi gwe tuk buat ini blog. eehh lagi loking-loking nemu kata2 impoten apan yah maksdnya?? baca ndiri dehh, ..... trus mampir ditempat web-na dr.didi SPOG nemu lagee yang melenting-melenting, Udah..??, belum... lanjut Woking-woking malam ditemani secangkir kopi dingin di temenin ob yng tidurnya ngorok+ngigau....
Selanjutnya tentang --> Woking-woking menunggu pagi...!!!

Minggu, 26 April 2009

*Indahnya Memaafkan*

*Indahnya Memaafkan*

“Tidak, Bu! Aku pilih surga saja…”




Apa yang rekan rekan pahami dari kalimat diatas?? mungkin cerita ini bisa membantu dalam memahani kehidupan kita sebaenarnya... cerita ini gwe dapet dari blogBunda


Tidak seperti kebanyakan anak sebayanya, Yahya, anak lelakiku satu satunya, tidak begitu mementingkan dirinya sendiri. Setiap kali suamiku membawa oleh - oleh sepulang kerja, ia selalu memikirkan bagian untuk kakak dan adik - adiknya. Ketika aku tawari dia tas sekolah yang baru, karena tas lamanya sudah usang, ia menjawab, “Tidak usah, Bu! Ini masih bisa digunakan kok!”

Usianya baru menginjak 6 tahun. Terlalu muda untuk bisa mengerti bahwa penghasilan orang tuanya terlalu sedikit untuk bisa membelikan robot yang bisa dikendalikan dengan remote control, mainan yang senantiasa hanya ia lihat ketika aku ajak ia ke toko mainan. Ketika sudah puas ia memandangi dan membolak balik robot yang masih berada dlm kotak itu, ia pun mengambil robot lain yang lebih kecil dan menyodorkannya kepadaku,

"Beli yang ini saja, ya Bu! Yang itu kan mahal…!”

Sungguh, trenyuh hati ini melihat sikapnya yang begitu “menerima apa adanya”.

Tetapi kadang kepolosan dan sikap solidaritasnya membuat aku geli juga. Suatu ketika, ia mengajak sejumlah teman - temannya, setelah lelah bermain sepak bola di tanah kosong depan rumah Pak Mukib, untuk masuk rumah Nabila. Keluarga kami sangat akrab dengan keluarga Pak Riza. Nabila adalah anak tunggal Pak Riza dan Bu Tini. Ia sangat dekat dengan anak - anak kami, bahkan mereka sudah seperti saudara sendiri. Yahya sudah seperti berada di rumahnya sendiri ketika ia berada di rumah Nabila. Merasa seperti rumah sendiri, ia mempersilakan kawan - kawannya masuk rumah Nabila, membukakan kulkas dan menyilakan mereka mengambil minuman dan buah - buahan yang ada di dalamnya, seolah - olah semuanya itu adalah miliknya. Untung saja Pak Riza dan Bu Tini memiliki prinsip hidup yang mirip dengan keluarga kami: makanan ada memang untuk dimakan; bukan untuk disimpan dan dibuang setelah kadaluarsa.

Seperti biasa, pagi itu aku sibuk menyiapkan segala sesuatu untuk suami dan anak - anakku. Dan seperti biasa pula, masing - masing tergesa - gesa dengan persiapannya sendiri - sendiri. Tiba - tiba, dug! Ada benda keras menabrak punggungku ketika aku sedang duduk di lantai dapur. Ternyata lutut Yahya menabrak punggungku. Aku yang baru sebulan lalu keluar dari rumah sakit karena harus terapi sakit pinggang, meringis menahan sakit.

Secara reflek, aku cubit tangan Yahya sambil memarahinya,

“Mbok ya kalau jalan lihat - lihat to, Le!”

“Maafkan aku, Bu! Aku tidak sengaja!” jawabnya sambil memegangi tangannya yang baru saja aku cubit. Matanya berkaca kaca.

“Ya sudah. Lain kali kalau jalan lihat lihat!” ujarku mengulangi pesan.

Sore harinya, giliran aku yang secara tidak sengaja menyakiti Yahya. Tangan kananku mengenai mukanya ketika aku berjalan melewatinya yang sedang duduk di depan televisi. Ia tidak menangis, meskipun pasti ia menahan sakit.

Segera aku berkata,

“Aduh, maafkan aku Le, Ibu tidak sengaja!”

Mata kanannya berkaca kaca. Tangannya memegangi mukanya, menutupi matanya sebelah kiri. Ketika kusingkap tangannya, kulihat matanya memerah. Aku bisa merasakan sakitnya. Terlebih karena kejadian pagi tadi. Aku mengulangi lagi permintaan maafku,

“Ibu minta maaf, betul, ibu tidak sengaja!”

Ia bergeming

“Sudah, ini tangan ibu, silakan dibalas, boleh kamu pukul atau kamu cubit, terserah kamu; sebagai tebusan atas kesalahan Ibu.” Aku sodorkan tanganku kepadanya.

Ia terdiam, dan perlahan mengalir air mata di pipinya.
Aku terus mendesak,

“Ayo, silakan balas kesalahan Ibu, Le!”

Ia menggelengkan kepala. Aku terus mendesaknya. Ia tetap menggelengkan kepala, kemudian berkata,

“Tidak, Bu! Aku pilih surga saja. Kata ustadzah, kalau kita memafkan, Allah akan ganti dengan surga…!”

Seketika itu pula aku peluk erat erat Yahya. Takjub, malu, gembira, trenyuh, sesal, dan sejuta rasa yang lain bercampur aduk dalam dadaku saat itu. Tak terbendung bah air mata meluap dari kedua mataku. Terus kepeluk erat - erat anakku.

“Maafkan ibu atas kejadian tadi pagi, Le! Ibu bangga punya anak seperti kamu. Sungguh!”

Pembaca budiman, kerasnya kehidupan membuat kita sibuk bergulat dengan kebutuhan dan kepentingan diri sendiri. Ketidakadilan membuat kita merasa menjadi pahlawan ketika kita memperjuangkan hak - hak kita dan hak - hak orang orang yang kita cintai. Hutang emas dibayar emas, hutang nyawa dibayar nyawa. Begitulah prinsip keadilan yang kita junjung tinggi. Saking tinginya prinsip itu kita junjung, kadang bisa melupakan kita dari nilai - nilai luhur yang bisa mengangkat derajat kita sebagai manusia di dunia dan di akhirat kelak: memaafkan kesalahan orang lain.

“Tidak, Bu! Aku pilih surga saja…!”

Terima kasih, Tuhan! telah Kau kirim pesan itu lewat anakku.


*Diceritakan kembali oleh R. Fathoni, sebagaimana dituturkan oleh seorang ibu rumah tangga di Kartasura, Solo, Jawa Tengah.

Sumber : blogBunda
Selanjutnya tentang --> *Indahnya Memaafkan*

Sabtu, 25 April 2009

Apa yah....

Sudah lama gak buka blog ini, ini blog pertama gwe, tapi binging juga mo isi apa....??
bis belum dapet sesuatu yang bisa ditumpahkan dalam blog ini..
entahlah mungkin suatu saat nanti blog ini akan lebih berguna

oh iya sebelunya makasih buat kumbung buat tempenya ( templetnya, maksudnya yah gitu lah)
Selanjutnya tentang --> Apa yah....

Senin, 05 Januari 2009

Ketika Allah Menjadi Alasan Paling Utama...

Oleh : Rico Atmaka

Sahabat-sahabat, ketika Allah menjadi alasan paling utama, maka aku berani memutuskan untuk menikah dan menyegerakannya.

Ketika Allah menjadi alasan paling utama, maka aku berani memutuskan dengan siapa aku akan menikah. Aku tidak banyak bertanya tentang calon istriku, aku jemput dia di tempat yang Allah suka, dan satu hal yang pasti, aku tidak ikut mencampuri ataupun mengatur apa-apa yang menjadi urusan Allah. Sehingga aku nikahi seorang wanita tegar dan begitu berbakti kepada suami.
Ketika Allah menjadi alasan paling utama, maka aku berusaha sekuat tenaga untuk tidak melihat segala kekurangan istriku. Dan sekuat tenaga pula, aku mencoba membahagiakan dia.

Ketika Allah menjadi alasan paling utama, maka menetes air mataku saat melihat segala kebaikan dan kelebihan istriku, yang rasanya sulit aku tandingi.

Ketika Allah menjadi alasan paling utama, maka akupun berdoa, Yaa Allah, jadikan dia, seorang wanita, istri dan ibu anak-anakku, yang dapat menjadi jalan menuju surgamu. Amin.

Sahabat-sahabat, kalau Allah menjadi alasan paling utama untuk menikah, maka seharusnya tidak ada lagi istilah, mencari yang cocok, yang ideal, yang menggetarkan hati, yang menentramkan jiwa, yang…..yang.

…yang……dan 1000 “yang”……lainnya…..Karena semua itu baru akan muncul justru setelah melewati jenjang pernikahan. Niatkan semua karena Allah dan harus yakin kepada Sang Maha Penentu segalanya.

Sahabat-sahabat, ketika usiaku 25 tahun, aku sudah memiliki niat untuk menikah, meskipun hanya sekedar niat, tanpa keilmuan yang cukup. Karena itu, aku meminta jodoh kepada Allah dengan banyak kriteria. Dan Allah-pun belum mengabulkan niatku.

Ketika usiaku 30 tahun, semua orang-orang yang ada di sekelilingku, terutama orang tuaku, mulai bertanya pada diriku dan bertanya-tanya pada diri mereka sendiri. Maukah aku segera menikah atau mampukah aku menikah? Dalam doaku, aku kurangi permintaanku tentang jodoh kepada Allah. Rupanya masih terlalu banyak. Dan Allah-pun belum mengabulkan niatku.

Ketika usiaku 35 tahun, aku bertekad, bagaimanapun caranya, aku harus menikah. Saat itulah, aku menyadari, terlalu banyak yang aku minta kepada Allah soal jodoh yang aku inginkan. Mulailah aku mengurangi kriteria yang selama ini menghambat niatku untuk segera menikah, dengan bercermin pada diriku sendiri.

Ketika aku minta yang cantik, aku berpikir sudah tampankah aku?
Ketika aku minta yang cukup harta, aku berpikir sudah cukupkah hartaku?
Ketika aku minta yang baik, aku berpikir sudah cukup baikkah diriku?
Bahkan ketika aku minta yang solehah, bergetar seluruh tubuhku sambil berpikir keras di hadapan cermin, sudah solehkah aku?

Ketika aku meminta sedikit….. Ya Allah, berikan aku jodoh yang sehat jasmani dan rohani dan mau menerima aku apa adanya, masih belum ada tanda-tanda Allah akan mengabulkan niatku.

Dan ketika aku meminta sedikit…sedikit. ..sedikit. ..lebih sedikit….. Ya Allah, siapapun wanita yang langsung menerima ajakanku untuk menikah tanpa banyak bertanya, berarti dia jodohku. Dan Allahpun mulai menujukkan tanda-tanda akan mengabulkan niatku untuk segera menikah. Semua urusan begitu cepat dan mudah aku laksanakan. Alhamdulillah, ketika aku meminta sedikit, Allah memberi jauh lebih banyak. Kini, aku menjadi suami dari seorang istri yang melahirkan dua orang anakku.

Sahabatku, 10 tahun harus aku lewati dengan sia-sia hanya karena permintaanku yang terlalu banyak. Aku yakin, sahabat-sahabat jauh lebih mampu dan lebih baik daripada yang suadh aku jalani. Aku yakin, sahabat-sahabat tidak perlu waktu 10 tahun untuk mengurangi kriteria soal jodoh. Harus lebih cepat!!! Terus berjuang saudaraku, semoga Allah merahmati dan meridhoi kita semua. Amin.

Rico Atmaka – 08158018156
Koordinator Majelis Sehati
Daarut Tauhiid Jakarta

Sumber : Millist Sehati ( ukhuwah_sehati@yahoogroups.comThis email address is being protected from spam bots, you need Javascript enabled to view it )
http://www.dtjakarta.or.id/index.php?option=com_content&task=view&id=156&Itemid=33
Selanjutnya tentang --> Ketika Allah Menjadi Alasan Paling Utama...

auto link

Mau tukeran link dengan saya? dan saya akan mengunjungi anda kembali. Silahkan pasang link rekan-rekan melalui form dibawah ini : Terima kasih buat rekan-rekan yang sudah memasang link diblog sederhana ini dan kiranya memasang link saya diblog rekan-rekan blogger sekalian. Semoga blog ini dapat menjalin silaturahmi dan persahabatan sesama bloger indonesia, salam Blogger dari Blogger Newbie